Polres Tanjung Balai melaksanakan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando, guna mengantisipasi kemungkinan serangan fisik yang dilakukan oleh kelompok massa maupun individu. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 24 Februari 2024, pukul 11. 00 WIB, di Markas Polres Tanjung Balai.
Kapolres Tanjung Balai, AKBP. Yon Edi Winara, SH, SIK, MH, saat ditemui oleh wartawan di lokasi, berharap agar simulasi ini tidak hanya menjadi latihan semata, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam menghadapi situasi teror di Mako Polres Tanjung Balai. "Kesiapsiagaan dan respons petugas dalam menghadapi situasi darurat menjadi fokus utama dalam pelatihan ini," ungkapnya.
Dalam simulasi tersebut, pengamanan dilakukan secara terintegrasi oleh personel Polres Tanjung Balai. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya aksi teror di Markas Polres. Personel dilengkapi dengan rompi pelindung dan helm kevlar untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.
Dalam skenario tersebut, personel negosiator berusaha menjalin komunikasi dengan perwakilan aksi. Setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang, pengunjuk rasa akhirnya setuju untuk tidak melanjutkan tindakan anarkis, dan massa pun membubarkan diri dengan damai. (QDRI)
0 Komentar